Semua suatu hal begitu ditetapkan oleh kemauan, kita sudah tahu hal tersebut. Artinya, nilai dari satu aksi begitu tergantung pada kemauan atau maksud kita bertindak itu. Jika kemauan kita baik, jadi nilai aksi kita baik dan demikian sebaliknya. Saya juga percaya Anda tidak asing sekali lagi dengan kata sedekah. Bahkan bisa jadi Anda sehari-hari bersedekah. Ditambah lagi karena belakangan ini banyak ceramah, artikel, bahkan buku-buku yang mengulas tentang sedekah. Pertanyaannya saat ini yaitu ; apa maksud Anda saat bersedekah?

Pelajaran tentang sedekah yang disampaikan oleh para guru senantiasa dihubungkan dengan tujuannya. Dahulu sekali, saat sedekah belum sepopuler saat ini ; para guru kehidupan senantiasa mengingatkan supaya saat melakukan sedekah, kita dapat membebaskan diri dari karakter riya, atau menginginkan dipuji, atau sebatas menginginkan perkataan terimakasih. Untuk buat kami mengerti apakah itu makna riya, para guru mengumpamakannya seperti api yang melahap kayu bakar hingga ludes jadi abu. Jika api memusnahkan kayu, jadi karakter riya menghapuskan pahala atas setiap kebaikan yang kita kerjakan.

Guru kehidupan saya juga menjelaskan kalau setiap perbuatan baik juga akan dibalas sesuai sama keinginan yang menyertainya. Umpamanya, jika kita mengerjakannya dengan keinginan untuk memperoleh pujian barusan, jadi pasti kita juga akan mendapatkan pujian itu. Jika kita bersedekah dengan keinginan seseorang juga akan makin menghormati kita, jadi pasti orang yang kita berikan sedekah itu juga akan menghormati kita. Lalu bagaimana jika kita bersedekah dengan keinginan agar jadi kaya atau lebih kaya sekali lagi? Saya tidak akan memberikan jawabannya karena Anda dapat memprediksinya. sedekah online Tetapi jika Anda belum sukses mendapatkan jawabannya, jadi Anda dapat mencarinya di dalam banyak artikel atau buku-buku yang bisa dengan mudah Anda dapatkan. Sekarang ini riya telah tak akan jadi topik perlu, karena sistem nilai kita telah banyak beralih.

Yakinkah Anda pada para guru jaman modern yang mengajarkan kalau dengan bersedekah jadi harta Anda juga akan makin melimpah ruah? Jika bersedekah lalu Anda menginginkan untuk jadi kaya ; jadi Anda juga akan kaya? Saya yakin. Kenapa? Karena seperti pesan dari guru kehidupan saya di jaman dulu ; “Temani setiap amal baikmu dengan maksud dan keinginan yang terbaik, karena keinginan dan maksud itu juga akan mendatangimu sama seperti yang anda kehendaki. ” Jadi, saya yakin pada kalimat para guru jaman modern Anda ; karena saya begitu meyakini ajaran guru kehidupan jaman dulu saya.

Memang guru kehidupan masa kecil saya tidak menyebutkan kalau dengan bersedekah jadi kekayaanmu juga akan makin bertambah. Tetapi, beliau menjelaskan kalau ; apa pun yang kita berharap saat melakukan kebajikan juga akan jadi fakta. Tidakkah terserah kita saja ingin menginginkan apa?

“Apa yang engkau berharap saat engkau bersedekah anakku? ” demikian guru kehidupan saya ajukan pertanyaan.

“Apa saja yang paling baik untuk saya, guru, ” jawab saya sekenanya saja.

“Apakah yang paling baik untukmu menurut pendapatmu? ” beliau melanjutkan pertanyaannya. “Saya belum tahu, ” cuma itu yang dapat saya katakan.

“Tak seorang juga ketahui apa sebenarnya yang paling baik untuk dianya, anakku. ” Kata guru saya sekali lagi. Menurut pendapat beliau ; Tuhanlah yang betul-betul tahu apa yang paling baik untuk seseorang. Kita cuma menduga kalau jadi kaya atau bahkan lebih kaya adalah hal paling baik, padahal belum pasti dimata Tuhan tersebut yang paling baik. Hingga saat setelah bersedekah itu kita jadi kaya atau lebih kaya sekali lagi ; kita menduga telah mendapatkan imbalan yang paling baik. Apakah itu salah? Tidak. Sebab seperti yang disebutkan oleh guru kehidupan saya kalau ; setiap keinginan yang mengikuti amal baik kita, pastinya juga akan terkabulkan.

Namun, jika Tuhan yaitu hanya satu yang paling tahu tentang apa yang paling baik untuk kita, jadi tidakkah tambah baik untuk menyerahkan kepadaNya saja apa pun balasan dari setiap kebajikan yang kita kerjakan? Benar-benar, Rasulullah sudah mengajarkan kalau Allah yaitu pemberi balasan yang paling sempurna. Dan beliau mengingatkan kita juga akan firmanNya yang menyebutkan kalau ; jika seseorang mengharapkan balasan di dunia, jadi Tuhan menanggung dia terima balasan yang sempurna di dunia. Sama seperti yang dikehendakinya. Namun, untuk siapapun yang menginginkan balasannya di akhirat, jadi Tuhan menanggung kalau untuk orang itu ada balasan yang layak di dunia. Sedangkan diakhirat, dia juga akan peroleh hadiah yang spesial disiapkan Tuhan cuma buat mereka yang cuma menginginkan pahala dari sisiNya. Kenapa Tuhan berikan orang ini balasan di dunia dan sekalian juga diakhirat? Karena orang ini sudah meluruskan kemauan dan maksudnya dalam bersedekah hanya untuk mendapatkan kasih sayang tuhannya. Bukanlah untuk pujian. Bukanlah juga sekedar untuk keinginan atas jadi bertambah banyak harta yang dia miliki.

Jadi benarlah apa yang difirmankanNya kalau Allah, Dialah sebaik-baiknya pemberi balasan. Sedangkan sebaik-baiknya amalan? Itu yaitu setiap perbuatan baik yang dipersembahkan cuma pada Tuhan. Teman dekat, saudara, dan handaitaulanku ; doakan diriku supaya mampu memperuntukkan setiap kebajikan yang dapat kulakukan cuma pada Tuhan. Ditambah lagi, tolong doakan saya supaya terlepas dari kemauan dan maksud yang dangkal hingga saya dapat menggantungkan sebagian keinginan yang tinggi dari haribaan Tuhan. Tolong doakan gw. Dan sebelumnya Anda berdoa untuk saya, izinkan saya untuk terlebih dulu mendoakan Anda semuanya supaya jadi para penggiat sedekah yang dilandasi oleh kemauan dan maksud yang tulus untuk mendapatkan pahala akhirat. Benar-benar, akhirat itu tambah lebih indah dari sebatas kehidupan dunia yang cuma sementara ini. Demikianlah yang di ajarkan oleh Sang Nabi suci. Selamat bersedekah. Dan selamat menabung pahala, untuk bekal kehidupan di akhirat nantinya. Insya Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *